Kamis, 27 Desember 2012

Cara menghitung berat material bangunan

Data beban bahan bangunan sangat diperlukan saat perencanaan perhitungan struktur sehingga dapat diperkirakan secara tepat ukuran dan jenis bangunan yang dapat berdiri dengan kuat, data ini juga dipakai dalam transaksi jual beli material untuk keperluan penentuan harga bahan bangunan. disini kita akan mencoba mengungkap cara menghitung berat material bangunan dengan harapan dapat mempermudah bagi yang sedang membutuhkan informasi tentang ini. kesalahan dalam menghitung total berat bangunan dapat berakibat fatal berupa keruntuhan bangunan karena perencanaan struktur bisa jadi tidak mampu menahan beban total yang sesungguhnya. dalam perhitungan mekanika teknik beban ini sering disimbolkan dengan P untuk beban terpusat dan Q untuk beban merata, penjelasan detail mengenai beban p dan q dapat dilihat disini, sekarang akan kita bahas perhitungan total berat bahan bangunan :-)

Cara menghitung total berat material bangunan
Tahap percobaan di laboratorium bahan bangunan.
  1. Mengambil sample contoh material untuk digunakan sebagai percobaan.
  2. Mengukur volume contoh material dan menimbangnya sehingga ditemukan data berat dan volume.
  3. Penyederhanaan berat kedalam ukuran satuan volume standar yang akan digunakan dalam perhitungan berat total bahan bangunan, misalnya dalam satuan m3 atau liter.
  4. Kita dapatkan data berat persatuan volume.
Tahap perencanaan bangunan.
  1. Mencari data berat bahan per satuan volume yang didapat dari percobaan laboratorium,standar pembebanan atau brosur dari produsen yang menjual bahan bangunan.
  2. Mencari data pekerjaan yang akan dihitung, bisa berupa gambar bangunan yang lengkap dengan bentuk dan ukuran sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menghitung volume.
  3. Menghitung total volume pekerjaan.
  4. Mengalikan berat satuan material dengan total volume pekerjaan sehingga didapatkan berat total bahan bangunan.
Jadi berdasarkan uraian diatas maka dapat kita buat rumus sebagai berikut:
BTM = V x BSM
Berat total material = total volume pekerjaan x berat material per satuan.
Contoh:
prabu calax : cara menghitung berat suatu benda kita harus tahu volume dan BJ nya (berat jenis).
saya beri contoh: besi diameter 10mm, panjang 1200mm(12 meter)
kita hitung dulu volumenya dengan rumus volume lingkaran =  22/7 x jari-jari x jari-jari x panjang
jari-jari adalah setengahnya diameter. * 22/7 x 5 x 5 x 1200 mm = 9428.5714 mm kubik (94.2857 cm kubik)
adapun berat jenis besi adalah 7.2 —> jadi berat besi tersebut : 94.2857 x 7.2 = 67885.7140.
67885,7140 dibagi 10000 untuk satuan KG Jadi bertnya 6.7885 KG. semoga bisa membantu.

Demikian uraian tentang perhitungan beban material ini, meskipun sederhana semoga bisa sedikit mencerahkan. selalu ada cara yang lebih bagus sebagai hasil kreatifitas dan inovasi terbaru, oleh karena itu bagi yang punya cara menghitung beban bangunan lebih cepat, praktis dan bagus dapat berbagi disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar