Kamis, 27 Desember 2012

Cara Menghitung Biaya Atap Baja Ringan


Satu lagi sebuah tutorial rahasia dipersambahkan kepada masyarakat ilmusipil.com diseluruh indonesia maupun dunia dengan tema cara menghitung biaya atap baja ringan, ya.. kita bahas judul ini karena dengan banyaknya pekerjaan atap yang lebih memilih baja ringan maka tak jarang  pemilik rumah kebingungan dalam memperkirakan berapa total biaya yang dibutuhkan sehingga dapat menyiapkan dana dalam jumlah yang tepat, sementara bertanya langsung kepada kontraktor baja ringan bisa jadi merupakan suatu pantangan karena mungkin ada ketakutan apabila harga borongan justru dinaikan karena kita dianggap tidak mengerti sehingga mudah untuk dibohongi,

Cara menghitung biaya atap baja ringan
Secara umum urutan dalam menghitung biaya pekerjaan atap bisa dihitung dengan urutan sebagai berikut:
  1. Membuat data atap yang mau dibangun, bisa dalam bentuk gambar sketsa sehingga bisa diketahui bentuk dan ukuran bidang atap yang mau dihitung.
  2. Menghitung luas atap dalam satuan m2 bangunan, rumusnya memakai perhitungan matematika sederhana seperti luas persegi panjang, luas segitiga, luas trapesium dan bidang lain sesuai bentuk atap.
  3. Mencari harga per m2 pekerjaan rangka atap baja ringan, dan harga per m2 pekerjaan finishing atap diatasnya seperti genteng, asbes gelombang dan sejenisnya.
  4. Mengalikan luas atap dengan harga per m2 baja ringan sehingga ketemu biaya total yang dibutuhkan.
  5. Menambahkanya dengan angka kemanan atau biaya lain-lain untuk mengantisipasi biaya tak terduga saat pelaksanaan.
Penjelasan lengkap mengenai perhitungan atap bisa dilihat pada artikel yang secara khusus membahasnya disini. Jadi berdasarkan uraian diatas maka dapat kita buat sebuah rumus sederhana dalam menghitung biaya pekerjaan atap baja ringan.
Biaya ABR = (LA x HBR) + (LA x HPA)
Biaya atap baja ringan  = (luas atap dengan satuan m2  x harga baja ringan per m2) + (luas atap dalam satutan m2 x harga penutup atap per m2).

Contoh perhitungan biaya atap baja ringan
suwarno : Ass wr.wb Pak saya mau tanya kalau ukuran 3,8 m X 12 m kira2 habis berapa biayanya, karena yang lama memakai kayu akan saya ganti dengan Atap baja ringan terima kasih Wass wr.wb.
Jawab : Untuk menghitung luas atap rumah tersebut kita harus tahu terlebih dahulu bagaimana bentuk model atapnya, dan karena  dalam pertanyaan tersebut tidak ada penjelasan maka kita coba buat gambar atap sederhana terlebih dahulu.
cara menghitung luas atap
cara menghitung luas atap
Luas atap = 2 x 12 m x 3 m = 72 m2
dan data-data untuk menghitung kita dapatkan sebagai berikut.
  1. Harga rangka atap baja ringan per m2 = Rp.
  2. Harga finishing atap genteng per m2 = Rp.
  3. Luas atap dari perhitungan diatas adalah 72 m2
Biaya ABR = (LA x HBR) + (LA x HPA)
Biaya atap baja ringan = (72 m2 x Rp.150.000,00 ) + ( 72 m2 x Rp.50.000,00 )
Jadi total biaya pekerjaan atap baja ringan adalah Rp.10.800.000,00 + Rp.3.600.000,00 = Rp.14.400.000,00.

Begitulah tutorial sederhana cara menghitung biaya atap baja ringan yang dapat digunakan dalam mempersiapkan biaya bangun rumah, Bagi kontraktor menggunakan perhitungan secara detail dan teliti dengan sistem analisa harga satuan pekerjaan atap baja ringan sehingga dapat diperkirakan secara tepat dan dapat diketahui jumlah batang baja yang dibutuhkan. bagi yang hendak koreksi atau menambahkan bisa dimasukan dibawah

Mengerjakan Proyek Bangunan Saat Musim Hujan

Mengerjakan proyek bangunan saat musim hujan bisa jadi merupakan suatu tantangan tersendiri karena harus pintar-pintar mengatur waktu atau menggunakan metode kerja terbaik agar`pekerjaan pembangunan tetap dapat berjalan lancar meskipun hujan deras sedang mengguyur. masing-masing kontraktor tentu punya pengalaman dan strategi khusus ketika harus berhadapan dengan situasi ini, pengalaman adalah guru paling berharga oleh karena itu akan sangat bermanfaat jika ada yang bersedia berbagi ilmu disini, sebagai permulaankita coba uraikan beberapa tips pelaksanaan proyek bangunan saat musim hujan, strategi lain tentu masih banyak, jadi diucapkan banyak terimakasih jika ada yang bersedia menambahkan tips ini :-)

Tips mengerjakan proyek bangunan saat musim hujan
  1. Membuat jadwal perkiraan hujan, bisa dengan memperkirakan berdasarkan pengalaman atau meminta data dari BMKG badan meteorologi klimatologi dan geofisika untuk mengetahui perkiraan cuaca, dari data tersebut maka bisa diperkirakan kapan saat yang tepat untuk melaksanakan item pekerjaan yang berpotensi terhambat jika hujan turun.
  2. Mencatat secara benar laporan cuaca setiap jam selama masa pelaksanaan proyek bangunan berlangsung sesuai waktu yang disepakati dalam kontrak, data tersebut bisa digunakan sebagai alasan resmi untuk mendapat perpanjangan waktu bagi kontraktor tanpa harus mendapat sanksi akibat keterlambatan proyek.
  3. Menggunakan bahan campuran untuk mempercepat proses pengerasan adukan beton, hal ini akan sangat berguna jika sedang mengerjakan proyek infrastrujtur seperti pembuatan jalan cor beton, atau pada proyek gedung ketika sedang melakukan pekerjaan cor struktur kolom balok atau plat lantai.
  4. Memaksimalkan waktu pelaksanaan proyek, terutama pada jam yang seringkali tidak turun hujan misalnya melakukan lembur dimalam hari ketika hujan sering turun disiang hari.
  5. Memasang tenda untuk melindungi proses pelaksanaan pekerjaan atau bahan bangunan agar tetap dalam kondisi baik ketika hujan mengguyur.
  6. Memasang instalasi penangkal petir, terutama pada proyek yang berada ditanah lapang seperti pembangunan pelabuhan, atau pada proyek gedung yang menggunakan alat angkat tower crane dalam kondisi terpasang tinggi menjulang.
  7. Menggunakan alat keselamatan diri agar terhindar dari bermacam bahaya ketika hujan turun, misalnya terpeleset pada area licin, memakai jas hujan agar kondisi badan tetap sehat untuk bisa berkarya dengan maksimal.
  8. Untuk mendukung program green contractor yaitu ramah lingkungan, maka akan sangat bagus jika melakukan penampungan sebanyak mungkin air hujan yang turun sehingga dapat dimanfaatkan untuk aktifitas pembangunan.
Bermacam solusi lain bisa digunakan untuk mendukung kelancaran saat mengerjakan proyek bangunan pada musim hujan, selamat berkreatifitas untuk dapat berkarya dengan sebaik mungkin meskipun hujan deras sedang mengguyur

Pemancangan Dengan Alat Jack In Pile

Pesatnya perkembangan proyek konstruksi di Indonesia berbanding lurus dengan alat-alat yang diciptakan dan dikembangkan untuk membantu dan mempermudah aktivitas dalam pengerjaan proyek konstruksi tersebut. Alat tidak lagi sepenuhnya menggunakan tenaga manusia tetapi manusia hanya menjadi bagian untuk proses pengoperasian alat tersebut. Di kota-kota besar di Indonesia, bangunan tinggi adalah salah satu jenis konstruksi yang selalu menjadi kebutuhan tiap tahun. Terbatasnya lahan di kota-kota besar menjadi alasan utama dalam pembangunan konstruksi bangunan tinggi. Sehingga dibutuhkan teknologi khusus agar dapat memudahkan pelaksaan pembangunan tersebut.

Berbicara tentang bangunan tinggi tidak lepas dari salah satu alat yang dipakai dalam proyek ini, yaitu alat pancang untuk pengerjaan pondasi. Konstruksi pondasi dalam (deep foundation) mempunyai struktur yang sangat kompleks dibandingkan dengan konstruksi pondasi dangkal (shallow foundation). Metode konstruksinya tergolong rumit, terlebih jika bangunan yang akan dibangun sangat tinggi. Oleh karena itu dalam pengerjaan proyek bangunan tinggi, penggunaan jack-in pile dirasa sangat tepat. Salah satu kelebihan dari jack-in pile ini adalah gangguan terhadap lingkungan seperti getaran dan kebisingan dapat diminimalkan. Cocok sekali untuk proyek yang berada di tengah-tengah kawasan pemukiman penduduk.

Jack in pile adalah suatu sistem pemancangan pondasi tiang yang pelaksanaannya ditekan masuk ke dalam tanah dengan menggunakan dongkrak hidraulis yang diberi beban counterweight sehingga tidak menimbulkan getaran dan gaya  tekan dongkrak lansung dan dapat dibaca melalui manometer sehingga gaya tekan tiang dapat diketahui tiap menacpai kedalaman tertentu. Sebelum dilakukan pemancangan dengan jack-in terlebih dahulu dilakukan tes sondir dan boring. Dari hasil tes sondir tersebut, rata-rata kedalaman tanah kerasnya akan diketahui yang kemudian dibandingkan dengan perencanaan panjang dan kedalaman tiang. Selain memiliki keunggulan yang disebutkan diatas, alat ini juga mampu memancang pondasi dengan berbagai ukuran mulai dari 200×200 mm sampai dengan 500×500 mm atau juga dapat untuk spun pile dengan diameter 300 sampai dengan 600 mm. Mobilisasi alat ini cukup mudah dan pada jack in pile tidak mungkin terjadi keretakan pada kepala tiang seperti pada sistem pemancangan dan juga tidak mudah terjadi necking seperi pada sistem bore-pile.

Dalam artikel ini kita akan membahas salah satu jenis Jack in Pile yaitu Jack in Pile type Hydraulic Static Pile Driver merk Sunwad ZYJ320. Dengan beban ultimate yang mencapai 320 ton. Alat penekan tiang pancang yang terletak pada bagian tengah mesin dikelilingi beban counterweight bergerak menggunakan rel yang dapat berpindah-pindah dengan bantuan mesin hirolis pada bagian bawah mesin. Jack-in Pile ini memiliki 4 guah kaki, yang mana terdiri dari 2 kaki pada bagian luar (rel besi berisi air) dan 2 kaki pada bagian dalam yang semuanya digerakkan secara hidrolis. Kaki-kai ini disebut sebagai support sleeper yang digunakan untuk bergerak menuju titik-titik yang sudah ditentukan sebelumnya dan diberi tanda. Jack-in Pile type Hidaulic Static Pile Driver memiliki kemampuan mobilisasi dan mampu untuk memancang tiang pancang berdiameter besar.

Alat lain yang digunakan untuk mendukung kinerja alat ini adalah mobile crane yang berfungsi untuk mengangkat tiang pancang ke dekat alat pancang. Mobile crane sering digunakan dalam proyek-proyek berskala menengah namun proyek tersebut membutuhkan alat untuk mengangkut bahan-bahan konstruksi dengan area yang cukup luas karena mobile crane mampu bergerak bebas mengelilingi area proyek.

Sabtu, 22 Desember 2012

Jenis Konstruksi


Konstruksi adalah metode industri yang terdiri dari perakitan atau membangun infrastruktur. Ini memiliki banyak jenis seperti konstruksi berat atau sipil, konstruksi bangunan dan konstruksi industri. Pekerjaan konstruksi yang dikelola oleh manajer proyek dan diawasi oleh insinyur konstruksi, manajer konstruksi, arsitek proyek atau insinyur desain.



Apa Konstruksi berat
Konstruksi berat atau sipil adalah prosedur penambahan infrastruktur untuk lingkungan bangunan. Para pembangun biasanya instansi pemerintah baik di tingkat lokal atau nasional. Ini juga memiliki pertimbangan hukum dan keuangan. Proyek ini terutama melayani kepentingan publik. Mereka dilakukan dan diawasi oleh beberapa perusahaan swasta besar seperti perusahaan listrik dan siapapun mengawasi pembangunan bendungan akses, jalan dan rel kereta api.
Apa Konstruksi Industri
Industri konstruksi membutuhkan keterampilan yang sangat khusus dalam konstruksi, perencanaan dan desain. Pemegang proyek ini biasanya industri, untuk perusahaan keuntungan atau besar. Perusahaan ini dapat ditemukan dalam industri seperti kimia, obat-obatan, pembangkit listrik dan manufaktur minyak bumi.
Apa yang membangun Konstruksi
Konstruksi bangunan adalah proses penambahan struktur kecil atau besar untuk tanah atau properti riil. Sebagian besar pekerjaan konstruksi bangunan adalah rekonstruksi kecil seperti menambahkan kamar mandi atau rekonstruksi ruang. Sering kali, juara properti bertindak sebagai desainer, juru bayar dan buruh untuk seluruh pekerjaan. Namun, semua pekerjaan konstruksi bangunan meliputi beberapa elemen dalam pertimbangan hukum, keuangan dan desain yang biasa.
Konstruksi bangunan yang dibeli secara umum atau pribadi menggunakan metodologi pengiriman yang berbeda seperti kontrak manajemen, tawaran keras, manajemen konstruksi berisiko, desain & membangun bridging, dan harga dinegosiasikan.
Teknologi konstruksi perumahan, sumber daya dan praktik harus sesuai dengan kode praktek dan peraturan bangunan lokal otoritas. Bahan yang digunakan secara luas dapat diakses di pasar. Bahan yang umum digunakan adalah kayu, batu dan bata. Biaya konstruksi adalah atas dasar "per kaki persegi". Hal ini karena rumah dapat bervariasi secara signifikan pada pertimbangan situs lokal, kondisi, dan skala ekonomi.

Spesialisasi Teknik Sipil



Insinyur sipil biasanya bekerja di salah satu bidang berikut: sumber daya air struktural,, tanah dan pondasi, transportasi, perencanaan kota atau konstruksi. Seorang insinyur sipil mungkin spesialisasi:Bandara Insinyur  mengkhususkan diri dalam mempersiapkan desain untuk bandara, hanggar dan menara kontrol  mengawasi pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan landasan pacu, mempertimbangkan faktor-faktor seperti berat, ukuran dan kecepatan pesawat  menyarankan kontraktor pada masalah teknis selama konstruksi.


Geoteknik / Tanah InsinyurInspects diusulkan lokasi konstruksi untuk bekerja di luar kondisi tanah dan pondasi dengan melakukan program pengeboran dan pengambilan sampelmengawasi dan berpartisipasi di lapangan dan pengujian laboratorium tanah, dan memastikan bahwa tes peralatan dan mesin benar diatur  menyiapkan laporan hasil tes dan membuat rekomendasi untuk solusi masalah teknik diidentifikasi dalam laporan uji  mempersiapkan spesifikasi campuran tanah untuk digunakan dalam jalan, tanggul dan konstruksi lainnya, dan menghitung dan memberikan nasihat di lereng yang dibutuhkan pada stek dan ketebalan bendungan tanah dan dinding penahan.Harbour Insinyur

D
esain dan mengawasi pembangunan fasilitas pelabuhan seperti breakwaters, bantuan navigasi, saluran navigasi, dermaga, dermaga, heavy-duty permukaan perkerasan, gudang kargo dan tanaman penanganan massal untuk gandum, bijih dan kargo lainnya memastikan bahwa desain memenuhi persyaratan keselamatan dan serviceability  membuat efisiensi penggunaan dana dan bahan-bahan untuk mencapai keselamatan dan persyaratan serviceability.Raya Insinyur

 Mengkhususkan diri dalam menganalisis statistik populasi dan pertumbuhan dan pola lalu lintas dan volume untuk memproyeksikan kebutuhan masa depan  berbicara kepada pejabat pemerintah dan spesialis lain untuk membantu desain sistem lalu lintas yang efisien dan amanStudi jalan dan desain tanggul, geometri simpang susun jalan raya dan pemeliharaan fasilitas seperti gorong-gorong dan jalan layang.

Hydraulic / Sumber Daya Air Insinyur

Desain dan mengawasi konstruksi, dan menyarankan pada pemeliharaan, operasi dan perbaikan, sumber daya air fasilitas seperti bendungan, saluran air, hidro-listrik tanaman, dan pasokan air, drainase dan sistem pembuangan limbah
bekerja di pantai perlindungan, pelabuhan desain dan proyek kontrol sungaimengelola waterways dengan fokus pada perlindungan erosi dan banjir adalah berkaitan dengan pengelolaan lingkungan termasuk prediksi pencampuran dan transportasi polutan di permukaan air.
Irigasi / Drainase Insinyur


M
enggunakan tes dan pengukuran, berhasil karakteristik tanah, seperti salinitas, tingkat meja air, daerah pertumbuhan tanaman subnormal, jenis tanah dan profil permukaanMenghitung atau tingkat perkiraan aliran air mengawasi penyusunan rencana menunjukkan saluran, saluran, listrik dan saluran, dan pembangunan model laboratorium untuk mempelajari masalah konstruksi dan aliran.
Pemerintah Daerah Insinyur

Mengelola dan mengawasi desain, konstruksi dan pemeliharaan proyek-proyek seperti jalan, sistem drainase, fasilitas pejalan kaki dan siklus, jembatan, bangunan, alasan rekreasi, taman, pembuangan limbah dan skema pengolahan air dalam wilayah pemerintah lokal
berbicara kepada masyarakat dan dengan departemen pemerintah mengawasi insinyur lainnya seperti yang digunakan dalam desain dan konstruksi, dan karyawan lainnya dari dewan atau korporasi seperti supervisor dan surveyor bangunan.
Bahan dan Engineer Pengujian

Melakukan tes penelitian pengembangan, dan evaluasi kualitas atau kesesuaian bahan dan produk yang berhubungan dengan proyek-proyek
mengkoordinasi dan mengarahkan penelitian, pengembangan dan pengujian bahan seperti aspal, beton, baja, kayu semen, dan plastik, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti stres dan ketegangan, beban perkiraan, tekanan air, tahan angin dan fluktuasi suhumenyarankan kontraktor dan lain-lain pada bahan yang paling cocok untuk memenuhi persyaratan konstruksi individu.
Pipeline Insinyur

Mengkhususkan diri dalam mempersiapkan proposal desain untuk jaringan pipa dan peralatan pipa, fasilitas dan struktur dalam konsultasi dengan minyak bumi dan insinyur mekanis
berhasil tata letak sesuai garis berdasarkan pemetaan yang akurat dan survei, dan analisis operasi dan biaya pemeliharaan untuk menentukan efisiensi dan menyusun perbaikan atau inovasi dalam sistem memberikan saran teknis tentang pengoperasian mesin dan peralatan yang digunakan untuk mengangkut produk minyak bumi melalui sistem pipa.

Kereta Api Insinyur
Studi desain proposal dan menyarankan pada pemeliharaan, pembangunan dan perbaikan sistem kereta api termasuk trek, terminal dan pekarangan
mempelajari fitur alami dari rute yang diusulkan dan merencanakan jenis tempat tidur rel, ukuran rel dan kurva untuk memenuhi kecepatan kereta dan persyaratan beban
 
melakukan survei lalu lintas untuk menetapkan rute yang cocok untuk rapid transit atau kereta api perkotaan sistem.
Insinyur Struktural


D
esain rangka bangunan, menara, jembatan, struktur pengolahan air, terowongan dan struktur lainnya untuk memastikan kekuatan dan kekakuan. Studi bahan dan metode baru dan dampaknya terhadap desain dan konstruksi.

Jumat, 21 Desember 2012

RUMUS MATEMATIKA

Rumus Bangun Datar – Matematika


  • Rumus Bujur Sangkar
Bujur sangkar adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi sama panjang
- Keliling : Panjang salah satu sisi dikali 4 (4S) (AB + BC + CD + DA)
 - Luas : Sisi dikali sisi (S x S)
  • Rumus Persegi Panjang
Persegi panjang adalah bangun datar mirip bujur sangkar namun dua sisi yang berhadapan lebih pendek atau lebih panjang dari dua sisi yang lain. Dua sisi yang panjang disebut panjang, sedangkan yang pendek disebut lebar.
- Keliling : Panjang tambah lebar kali 2 ((p+l)x2) (AB + BC + CD + DA)
- Luas : Panjang dikali lebar (pl)
  • v  Rumus Segitiga
- Keliling : Sisi pertama + sisi kedua + sisi ketiga (AB + BC + CA)
- Luas : Panjang alas dikali pangjang tinggi dibagi dua (a x t / 2)


  • Rumus Lingkaran
- Keliling : diameter dikali phi (d x phi) atau phi dikali 2 jari-jari (phi x (r + r)
- Luas : phi dikali jari-jari dikali jari-jari (phi x r x r)
- phi = 22/7 = 3,14
  • Rumus Jajar Genjang atau Jajaran Genjang
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : alas dikali tinggi (a x t)



  • Rumus Belah Ketupat
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : alas dikali panjang diagonal dibagi 2 (a x diagonal / 2)
- Diagonal : Garis tengah dua sisi berlawanan
  • Rumus Trapesium
- Keliling : Penjumlahan dari keempat sisi yang ada (AB + BC + CD + DA)
- Luas : Jumlah sisi sejajar dikali tinggi dibagi 2 ((AB + CD) / 2)

Rumus Bangun Ruang – Matematika

Rumus Kubus
- Volume : Sisi pertama dikali sisi kedua dikali sisi ketiga (S pangkat 3)

Rumus Balok

- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi (p x l x t)

Rumus Bola

- Volume : phi dikali jari-jari dikali tinggi pangkat tiga kali 4/3 (4/3 x phi x r x t x t x t)
- Luas : phi dikali jari-jari kuadrat dikali empat (4 x phi x r x r)

Rumus Limas Segi Empat

- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi dibagi tiga (p x l x t x 1/3)
- Luas : ((p + l) t) + (p x l)

Rumus Tabung

- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi (phi x r2 x t)
- Luas : (phi x r x 2) x (t x r)

Rumus Kerucut

- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi dibagi tiga (phi x r2 x t x 1/3)
- Luas : (phi x r) x (S x r)
- S : Sisi miring kerucut dari alas ke puncak (bukan tingi)

Rumus Prisma Segitiga Siku-siku

- Volume : alas segitiga kali tinggi segitiga kali tinggi prisma bagi dua (as x ts x tp x ½)
- Luas : setengah alas segitiga kali tinggi segitiga kali dua ((1/2 as x ts) x 2)
Keterangan :
Phi adalah konstanta yang sifatnya tetap sebesar 22/7 atau sama dengan 3,14

Simetri Lipat dan Simetri Putar – Matematika

A. Simetri Lipat

Simetri Lipat adalah jumlah lipatan yang dapat dibentuk oleh suatu bidang datar menjadi 2 bagian yang sama besar. Untuk mencari simetri lipat dari suatu bangun datar maka dapat dilakukan dengan membuat percobaan dengan membuat potongan kertar yang ukurannya mirip dengan yang akan diuji coba. Lipat-lipat kertas tersebut untuk menjadi dua bagian sama besar.
Berikut ini adalah banyak simetri lipat dari bangun datar umum :
o   Persegi Panjang memiliki 2 simetri lipat
o   Bujur Sangkar memiliki 4 simetri lipat
o   Segitiga Sama Sisi memiliki 3 simetri lipat
o   Belah Ketupat memiliki 2 simetri lipat
o   Lingkaran memiliki simetri lipat yang jumlahnya tidak terbatas

B. Simetri Putar

Simetri Putar adalah jumlah putaran yang dapat dilakukan terhadap suatu bangun datar di mana hasil putarannya akan membentuk pola yang sama sebelum diputar, namun bukan kembali ke posisi awal. Percobaan dapat dilakukan mirip dengan percobaan pada simetri lipat namun caranya adalah dengan memutar kertas yang telah dibentuk.
Berikut ini adalah banyak simeti putar pada bangun datar umum :
§  Persegi Panjang memiliki 2 simetri putar
§  Bujur Sangkar memiliki 4 simetri putar
§  Segitiga Sama Kaki tidak memiliki simetri putar
§  Segitiga Sama Sisi memiliki 3 simetri putar
§  Belah Ketupat memiliki 2 simetri putar
§  Lingkaran memiliki simetri putar yang jumlahnya tidak terbatas

Konversi Satuan Ukuran Berat, Panjang, Luas dan Isi

Berikut ini adalah satuan ukuran secara umum yang dapat dikonversi untuk berbagai keperluan sehari-hari yang disusun berdasarkan urutan dari yang terbesar hingga yang terkecil :
a.       km = Kilo Meter
b.       hm = Hekto Meter
c.       dam = Deka Meter
d.       m = Meter
e.       dm = Desi Meter
f.       cm = Centi Meter
g.       mm = Mili Meter

A. Konversi Satuan Ukuran Panjang

Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 10. Contoh :
Ø  1 km    sama dengan  1.000 m
1 km    sama dengan  100.000 cm
1 km    sama dengan  1.000.000 mm
1 m      sama dengan  0,1 dam
1 m      sama dengan  0,001 km
1 km    sama dengan  10 hm
1 m      sama dengan  10 dm
1 m      sama dengan  1.000 mm

B. Konversi Satuan Ukuran Berat atau Massa

Untuk satuan ukuran berat konversinya mirip dengan ukuran panjang namun satuan meter diganti menjadi gram. Untuk satuan berat tidak memiliki turunan gram persegi maupun gram kubik. Contohnya :
Ø  1 kg     sama dengan  10 hg
1 kg     sama dengan  1.000 g
1 kg     sama dengan  100.000 cg
1 kg     sama dengan  1.000.000 mg
1 g       sama dengan  0,1 dag
1 g       sama dengan  0,001 kg
1 g       sama dengan  10 dg
1 g       sama dengan  1.000 mg

C. Konversi Satuan Ukuran Luas


Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m2 = m pangkat 2).
Ø  1 km2 sama dengan 100 hm2
1 km2 sama dengan 1.000.000 m2
1 km2 sama dengan 10.000.000.000 cm2
1 km2 sama dengan 1.000.000.000.000 mm2
1 m2 sama dengan 0,01 dam2
1 m2 sama dengan 0,000001 km2
1 m2 sama dengan 100 dm2
1 m2 sama dengan 1.000.000 mm2

D. Konversi Satuan Ukuran Isi atau Volume

Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 1000. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 1000. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m3 = m pangkat 3).
Ø  1 km3 sama dengan  1.000 hm3
1 km3 sama dengan  1.000.000.000 m3
1 km3 sama dengan  1.000.000.000.000.000 cm3
1 km3 sama dengan  1.000.000.000.000.000.000 mm3
1 m3    sama dengan  0,001 dam3
1 m3    sama dengan  0,000000001 km3
1 m3    sama dengan  1.000 dm3
1 m3    sama dengan  1.000.000.000 mm3

Cara  Menghitung :

Misalkan kita akan mengkonversi satuan panjang 12 km menjadi ukuran cm. Maka untuk merubah km ke cm turun 5 tingkat atau dikalikan dengan 100.000. Jadi hasilnya adalah 12 km sama dengan 1.200.000 cm. Begitu pula dengan satuan ukuran lainnya. Intinya adalah kita harus melihat tingkatan ukuran serta nilai pengali atau pembaginya yang berubah setiap naik atau turun tingkat/level.

Satuan Ukuran Lain



A. Satuan Ukuran Panjang
a)   1 inch / inchi / inc / inci = sama dengan = 25,4 mm
b)  1 feet / ft / kaki = sama dengan = 12 inch = 0,3048 m
c)   1 mile / mil = sama dengan = 5.280 feet = 1,6093 m
d)  1 mil laut = sama dengan = 6.080 feet = 1,852 km
e)   1 mikron = 0,000001 m
f)    1 elo lama = 0,687 m
g)   1 pal jawa = 1.506,943 m
h)   1 pal sumatera = 1.851,85 m
i)    1 acre = 4.840 yards2
j)    1 cicero = 12 punt
k)   1 cicero = 4,8108 mm
m)  1 hektar = 2,471 acres
n)   1 inchi = 2,45 cm

B. Satuan Ukuran Luas

a)   1 hektar / ha / hekto are = sama dengan = 10.000 m2
b)  1 are = sama dengan = 1 dm2
c)   1 km2 = sama dengan = 100 hektar

C. Satuan Ukuran Volume / Isi


1 liter / litre = 1 dm3 = 0,001 m3

D. Satuan Ukuran Berat / Massa

a)   1 kuintal / kwintal = sama dengan = 100 kg
b)  1 ton = sama dengan = 1.000 kg
c)   1 kg = sama dengan = 10 ons
d)  1 kg = sama dengan = 2 pounds

km = kilo meter # hm = hekto meter # dam = deka meter # m = meter # dm = desi meter # cm = centi meter # mm = mili meter.


Þ       1 km = 10 hm ; 1 hm = 10 dam ; 1 dam = 10 m ; 1 m = 10 dm ; 1 dm = 10 cm ; 1 cm = 10 mm
Þ       1 km = 10 hm   = 100 dam   = 1.000 m   = 10.000 dm   = 100.000 cm   = 1.00.000 mm
Þ       1 hm = 10 dam   = 100 m   = 1.000 dm   = 10.000 cm   = 1.0.000 mm
Þ       1 dam = 10 m   = 100 dm   = 1.000 cm   = 10.000 mm
Þ       m = 10 dm   = 100 cm   = 1.000 mm
Þ       1 dm = 10 cm   = 100 mm
Þ       1 inci = 2,54 cm
Þ       1 foot = 12 inci = 0,3048 m
Þ       1 yard = 3 feet = 0,9144 m
Þ       1 mile = 1.760 yards
Þ       1 mile = 1,6093 km

kg = kilo gram # hg = hekto gram # dag = deka gram # g = gram # dg = desi gram #cg = centi gram # mg = mili gram.


1 kg = 10 hg 1 hg = 10 dag 1 dag = 10 g 1 g = 10 dg 1 dg = 10 cg 1 cg = 10 mg
1 kg = 10 hg   = 100 dag   = 1.000 g   = 10.000 dg   = 100.000 cg   = 1.00.000 mg
1 hg = 10 dag   = 100 g   = 1.000 dg   = 10.000 cg   = 1.0.000 mg
1 dag = 10 g   = 100 dg   = 1.000 cg   = 10.000 mg
1 dg = 10 cg   = 100 mg
1 ton = 1000 kg
1 ton = 10 kwintal
1 kwintal = 100 kg
1 kg = 2 pon
1 pon = 5 ons
1 hg = 1 ons
1 kg = 10 ons
1 ons = 100 gram

ka = kilo are # ha = hekto are # daa = deka are # a = are # da = desi are # ca = centi are # ma = mili are

1 ka = 10 ha 1 ha = 10 daa 1 daa = 10 a 1 a = 10 da 1 da = 10 ca 1 ca = 10 ma
1 ka = 10 ha   = 100 daa   = 1.000 a   = 10.000 da   = 100.000 ca   = 1.00.000 ma
1 ha = 10 daa   = 100 a   = 1.000 da   = 10.000 ca   = 1.0.000 ma
1 daa = 10 a   = 100 da   = 1.000 ca   = 10.000 ma
1 a = 10 da   = 100 ca   = 1.000 ma
1 da = 10 ca   = 100 ma
1 hektar = 10.000 m²
1 are = 1 dam² = 100 m²
1 ca = 1 m²

kl = kilo liter # hl = hekto liter # dal = deka liter # l = liter # dl = desi liter # cl = centi liter # ml = mili lite

1 kl = 10 hl 1 hl = 10 dal 1 dal = 10 l 1 l = 10 dl 1 dl = 10 cl 1 cl = 10 ml
1 kl = 10 hl   = 100 dal   = 1.000 l   = 10.000 dl   = 100.000 cl   = 1.00.000 ml
1 hl = 10 dal   = 100 l   = 1.000 dl   = 10.000 cl   = 1.0.000 ml
1 dal = 10 l   = 100 dl   = 1.000 cl   = 10.000 ml
1 l = 10 dl   = 100 cl   = 1.000 ml
1 dl = 10 cl   = 100 ml
1 m³ = 1000 liter
1 dm³ = 1 liter
1 liter = 1000 cm³
1 cm³ = 1 cc
1 barrel = 158,99 liter
1 gallon = 4,5461 liter
1 gross = 144 buah
1 gross = 12 lusin
1 lusin = 12 buah
1 kodi = 20 helai
1 rim = 500 lembar

METODE KONSTRUKSI KUNO CANDI BOROBUDUR

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi Borobudur. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrî Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamûlân yang disebut Bhûmisambhâra. Istilah Kamûlân sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhûmi Sambhâra Bhudhâra dalam bahasa sansekerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur.

Konstruksi Dasar Candi

Candi Borobudur berbentuk tapak persegi ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m, dan tinggi ± 42 m. Sehingga luas candi ini adalah 15.129 m2. Konstruksi awal dari Candi Borobudur merupakan tumpukan batu yang diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Inti tanah juga sengaja dibuat berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi. Inti tanah yang merupakan pondasi candi, merupakan tanah asli bukit dan tanah urugan sebagian pada pembentukan pola berundaknya.

Material pembentuk candi, media relief, dan arca candi menggunakan batuan yang diambil dari sungai-sungai diseputar lingkungan candi. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Para pendahulu kita telah merancang pola tumpukan batu sedemikian rupa dengan teknik penguncian. Batu-batu dibentuk agar dapat terkunci satu sama lain. Disinilah keunggulan dari konstruksi awal candi yang membuatnya tetap bertahan ribuan tahun.

Tumpukan batu sebagai volume material utamanya adalah batuan andesit berporositas tinggi dengan berat jenis 1,6-2,0 t/m3, kadar porinya sekitar 32%-46% atau berporositas tinggi, antar lubang pori satu sama lain tidak berhubungan, dan kuat tekannya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kuat tekan batuan sejenis (kuat tekan minimum sebesar 111 kg/cm2 dan kuat tekan maksimum sebesar 281 kg/cm2 atau jika dirata-ratakan sekitar 196 kg/cm2). Ukuran batuan berkisar 25 x 10 x 15 cm dan berat per potongan batu hanya sekitar 7,5 – 10 kg.

Dengan demikian material batuan pembentuk candi Borobudur sangatlah ringan. Sehingga jumlah batu yang diperkirakan terdapat 55.000 m3 batu pembentuk candi atau sekitar 2 juta batuan ini akan mudah diangkut dan dipasangkan tanpa harus menggunakan teknologi yang modern atau diperkirakan menggunakan metode mekanik sederhana. Batuan yang ringan juga berarti secara keseluruhan berat candi juga akan ringan. Ringannya konstruksi candi sangat membantu dalam mengatasi risiko kegagalan konstruksi candi terutama dalam hal geser tanah pendukung.

Porositas tinggi dari batuan yang digunakan sebagai material pembentuk candi adalah untuk memudahkan dalam membentuk ukuran batu, membuat batuan yang berfungsi sebagai pengunci antar batuan, membuat relief yang jumlahnya sangat banyak, serta untuk memudahkan dalam membuat arca. Sedangkan kuat tekan yang rendah dari batuan tersebut dimaksudkan juga untuk memudahkan pelaksanaan dalam membuat potongan batu, pengunci, relief dan arca. Jadi tingkat kekerasan dari batuan akan menjadi pertimbangan. Dengan kuat tekan batuan candi yang tergolong rendah berarti tingkat kekerasan permukaan batuan pun cukup untuk dibentuk dengan alat kerja yang ada pada saat itu.

Sementara itu, lubang pori yang satu dengan yang lain yang tidak terhubung ini di maksudkan agar saat membentuk batuan, relief, dan arca tidak mudah pecah atau patah. Terhubungnya lubang pori tentu akan membentuk perlemahan pada batuan yang apabila diberikan tekanan tertentu akan mudah pecah dan patah.

Tahapan pembangunan Borobudur

Candi Borobudur sangat memperhatikan falsafah yang terkandung dalam ukuran-ukurannya. Hal ini membuktikan bahwa Candi dibangun dengan konsep design yang cukup baik. Bangunan candi ini sangat kompleks dilihat dari bagian-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel dan terdapat 505 arca yang melengkapi candi. Ini jelas bukan pekerjaan design dan pelaksanaan yang gampang. Dari sisi design baik teknik sipil maupun seni arsitektur membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang matang terutama dari aspek design dan cara pelaksanaannya.

Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa Candi Borobudur dibangun mulai 824 M – 847 M. Ada referensi lain yang menyebut bahwa candi dibangun dari 750 M hingga 842 M atau antara 23 - 92 tahun. Jika berasumsi paling cepat 23 tahun. Mari kita berhitung soal produktifitas pemasangan batu. Jika persiapan lahan dan material awal adalah 2 tahun, maka masa pemasangan batu adalah 21 tahun atau 7665 hari. Terdapat 2 juta potong batu. Produktifitas pemasangan batu adalah 2000000/7665 = 261 batu/hari. Produktifitas ini rasanya sangat kecil. Tidak perlu cara apapun untuk menghasilkan produktifitas yang kecil tersebut. Apalagi menggunakan data durasi pelaksanaan yang lebih lama.

Pembangunan candi dilakukan bertahap. Pada tahap awal, dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar. Tahap kedua, pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar. Tahap ketiga, undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya. Tahap keempat, ada perubahan kecil, yakni pembuatan relief perubahan pada tangga dan pembuatan lengkung di atas pintu.

Suatu hal yang unik, bahwa candi ini ternyata memiliki arsitektur dengan format menarik atau terstruktur secara matematika. setiap bagain kaki, badan dan kepala candi selalu memiliki perbandingan 4:6:9. Penempatan-penempatan stupanya juga memiliki makna tersendiri, ditambah lagi adanya bagian relief yang diperkirakan berkatian dengan astronomi menjadikan borobudur memang merupakan bukti sejarah yang menarik untuk di amati.

Struktur Candi Borobudur

Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.

Jumlah stupa di tingkat Arupadhatu (stupa puncak tidak di hitung) adalah: 32, 24, 26 yang memiliki perbandingan yang teratur, yaitu 4:3:2, dan semuanya habis dibagi 8. Ukuran tinggi stupa di tiga tingkat tsb. Adalah: 1,9m; 1,8m; masing-masing bebeda 10 cm. Begitu juga diameter dari stupa-stupa tersebut, mempunyai ukuran tepat sama pula dengan tingginya : 1,9m; 1,8m; 1,7m.

Beberapa bilangan di borobudur, bila dijumlahkan angka-angkanya akan berakhir menjadi angka 1 kembali. Diduga bahwa itu memang dibuat demikian yang dapat ditafsirkan : angka 1 melambangkan ke-Esaan Sang Adhi Buddha. Jumlah tingkatan Borobudur adalah 10, angka-angka dalam 10 bila dijumlahkan hasilnya : 1 + 0 = 1. Jumlah stupa di Arupadhatu yang didalamnya ada patung-patungnya ada : 32 + 24 + 16 + 1 = 73, angka 73 bila dijumlahkan hasilnya: 10 dan seperti diatas 1 + 0 = 10. Jumlah patung-patung di Borobudur seluruhnya ada 505 buah. Bila angka-angka didalamnya dijumlahkan, hasilnya 5 + 0 + 5 = 10 dan juga seperti diatas 1 + 0 = 1.

Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkanKamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau “nafsu rendah”. Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel ceritaKammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat.

Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.

Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala, yaitu lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.

Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

Relief

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita pitaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Ikhtisar waktu proses pemugaran Candi Borobudur

1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.
1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.
1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.
1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.
1956 - Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.
1963 - Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.
1968 - Pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.
1971 - Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.
Batu peringatan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO
1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.
10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984
21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstrem yang dipimpin oleh Husein Ali Alhabsyi.
1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO